Pergaulilah manusia dengan akhlak mulia (HR. at-Tirmidzi)

aqiqah di bekasi Rasulullah SAW berpesan kepada kita agar memperlakukan setiap manusia dengan akhlak yang baik. Akhlak atau perilaku yang mulia tentu tidak muncul begitu saja, ia harus dibentuk semenjak dini mungkin. Sejak masa anak-anak tentunya. Inilah tugas ayah dan ibu, menanamkan akhlak mulia dalam diri anak sejak dini, hingga tumbuh menjadi kebiasaan yang sulit diubah lagi hingga dia dewasa kelak.

Berikut adalah 7 cara mudah menanamkan akhlak mulia dalam diri anak sejak dini yang bisa ayah ibu lakukan.

1. Memberikan contoh akhlak yang baik

Pemelajaran terbaik untuk anak adalah melihat dan mencontoh. Orang yang paling pertama akan dicontoh oleh anak tentu adalah ayah, ibu dan kakak-kakaknya. Jadi salah satu cara terbaik menanamkan akhlak mulia dalam diri anak adalah dengan memberikan contoh teladan baik kepada mereka.

2. Kenalkan tentang perilaku baik kepada anak sejak dini

Anak perlu kita kenalkan tentang perilaku baik sejak dini, berbagai akhlak mulia bisa diajarkan dengan mengenalkan padanya. Seperti adab makan minum, adab tidur, adab ketika bertemu dengan yang lebih tua dan lain sebagainya. Selanjutnya kita juga perlu menyampaikan pada anak tentang dampak kebaikan yang akan didapatkan dengan akhlak mulia, baik itu dampak di dunia maupun di akhirat.

3. Kenalkan tentang perilaku buruk kepada anak sejak dini

Selain perilaku baik, anak juga perlu kita beri tahu tentang perilaku buruk. Akhlak buruk yang seharusnya jangan dicontoh dan jangan dilakukan oleh anak. Lengkap juga dengan mudharat yang akan didapatkan jika tetap melakukan keburukan, baik dunia maupun akhirat.

4. Berikan apreasiasi jika anak melakukan kebaikan

Memberikan apresiasi berupa pujian kata, hadiah atau senyuman indah ternyata sangat jarang dilakukan oleh orang tua pada anaknya. Karena kebanyakan orang tua lebih mudah melihat kesalahan anak lalu menghukumnya ketimbang melihat kebaikan dan memberikan apreasiasi. Padahal apresiasi sangat dibutuhkan anak untuk perkembangan mentalnya, dengan adanya apresiasi anak merasa kalau dirinya dianggap, dia tau kalau melakukan kebaikan akan berdampak baik juga sehingga hal ini menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus melakukan kebaikan.

5. Tegur dan ingatkan anak secara baik-baik jika melakukan keburukan

Saat anak melakukan kesalahan tegur dan ingatkanlah dia dengan cara yang baik-baik. Hindari membentak,memaki, memukul bahkan mengancam anak saat dia melakukan kesalahan. Saat melakukan kesalahan anak butuh orang yang mengingatkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

6. Pastikan anak melakukan interaksi sosial dengan orang-orang berprilaku baik

Setelah anak beranjak remaja tentu perilaku atau akhlaknya juga ditentukan oleh pergaulannya. Anak akan melihat teman-teman sepergaulan atau orang yang sering berinteraksi dengannya. Untuk itulah kita sebagai orang tua perlu mendampingi anak untuk memastikan dengan siapa saja dia berteman. Jika kita melihat anak kita bergaul dengan orang-orang yang cenderung memiliki akhlak buruk maka secepatnya ingatkan agar lebih berhati-hati dalam memilih teman.

7. Sabar dan konsistenlah dalam menanamkan akhlak mulia pada anak

Anak adalah investasi masa depan, membentuk kepribadian anak, menanamkan akhlak mulia dalam diri anak tidak bisa dilakukan dalam waktu sehari atau dua hari saja. Butuh proses untuk mendapatkan hasil terbaik, bahkan mungkin prosesnya akan sangat pajang sekali. Sampai akhir hayat nanti. Untuk itulah butuh kesabaran dan konsisten dari kita para orang tua dalam mendidik anak-anak kita.

InsyaAllah dampak kebaikan yang kita dapatkan nanti jika anak-anak kita memiliki akhlak mulia tentu tidak hanya berupa kebahagiaan di dunia namun juga akhirat nanti.

Artikel Sebelumnya :

1. 6 Hal Yang Perlu Dihindari Ketika Anak Sudah Disapih
2. Menjaga Makanan Saat Hamil

Tag :
#aqiqah #layanan #paket #Rumah #darul #Amanah #Sahabat #barokah #catering #katering #dibekasi #Utara #selatan #sesuai syar’i #barat #Timur #tambun #cikarang #setu #bekasi #Lippo Cikarang

Aqiqah Di bekasi