Tip Membagi Waktu Berkualitas Untuk Anak Bagi Pekerja Bag.2

Tip Membagi Waktu Berkualitas Untuk Anak Bagi Pekerja Bag.2


aqiqah online di bekasi utara Waktu kita ini singkat, lebih singkat lagi waktu berharga bersama dengan anak-anak kita. Tentu para orangtua menyadari betapa cepatnya perputaran waktu, baru kemaren rasa-rasanya anak kita lahir eh tiba sudah bisa berjalan, berlari, sekolah, kuliah, menikah dan akhirnya mereka pun memiliki kehidupannya sendiri. Padahal waktu yang singkat kita bersama dengan anak akan menjadi penentu dari keberhasilannya dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Banyak orangtua yang abai,lalai dan lupa akan hal ini. Sehingga anaknya tumbuh tanpa bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Untuk itu para orangtua, sesibuk apapun kita jangan sesekali mengabaikan waktu untuk bersama dengan anak. Sebab, keberadaan kita di sampingnya akan membantu dia tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik .

Berikut adalah beberapa tip untuk membagi waktu berkualitas untuk anak bagi pekerja, bagian pertama dari tulisan ini bisa anda baca disini : Tip Membagi Waktu Berkualitas Untuk Anak Bagi Pekerja Bag.1

Tetap bangun komunikasi dengan anak meskipun anda tidak di rumah

Anda bisa tetap mengontrol anak dan memastikan dia baik-baik saja meskipun sedang tidak di rumah. Anda bisa menelponnya di jam istirahat atau jam makan siang untuk menanyakan kabar, mengingatkan agar segera makan dan jangan lupa menunaikan shalat. Dengan rutin melakukan aktivitas ini, anak merasakan kepedulian dan kasih sayang dari anda .

Sampaikan pada anak-anak dengan jujur jika memang suatu ketika anda tidak bisa membersamainya

Jika suatu ketika anda benar-benar tidak bisa membersamainya mungkin karena harus lembur atau ke luar kota untuk pekerja maka sampaikan pada anak dengan jujur. Minta maaf kepada mereka dan mohon pengertiannya. Dengan melakukan hal ini maka anda secara tidak lansung telah membangun kedekatan dengan anak anda .

Berikan hadiah atau kejutan padanya

Untuk memberikan hadiah pada anak tentu tidak harus di waktu ulang tahun atau hari spesialnya. Anda bisa kapan saja memberikan kejutan padanya. Mungkin di saat anak anda berhasil menghafal ayat-ayat pendek anda bisa berikan apresiasi berupa hadiah, apakah itu berupa makanan kesukaannya, mengajaknya berliburan, membelikan dia mainan atau hal-hal lainnya.

Sediakan waktu berkualitas satu hari penuh bersama anak anda secara berkala

Anda bisa menyediakan waktu berkualitas satu atau dua hari penuh bersama anak anda dalam waktu tertentu, misalnya sekali 1 bulan, sekali 2 bulan atau disesuaikan dengan kondisi anda. Dalam waktu berkualitas ini anda bisa mengajaknya keluar makan bersama atau jalan-jalan ke tempat wisata.

Batasi hubungan anak anda dengan televisi dan gadget

Batasi hubungan anak anda dengan televisi dan gadget, sadarilah gadget dan televisi memberikan banyak mudharat bagi anak-anak kita. Jauhkanlah anak anda dari benda-benda itu, anda bisa mencari alternatif lain seperti permainan edukatif, buku cerita dan hal-hal lain yang bermanfaat bagi perkembangan anak.

Membagi peran secara seimbang yang antara suami dan istri

Sejatinya keluarga adalah sebuah organisasi kecil, agar organisasi ini berjalan dengan baik dan bisa mencapai visi misinya maka diperlukan kerja tim yang baik. Tentu yang menjadi tim inti dari organisasi bernama keluarga ini adalah ayah dan ibu. Bagilah peran dengan baik, Islam sendiri mensyariatkan kalau peran suami bekerja di luar mencari nafkah sementara ibu di rumah membersamai anaknya. Jangan sampai anda suami istri sibuk bekerja di luar dan anak dititipkan kepada ART, ini tentu tidak baik untuk perkembangan anak anda. Sebab, yang dibutuhkan oleh anak kita bukan hanya orang yang bisa menemani dan mengawasinya tetapi juga sentuhan kasih sayang dari seorang ibu.

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758, 081296581239
WhatsApp.085780267758

http://dapur-aqiqah.com/aqiqah-di-bekasi/
http://dapur-aqiqah.com/project/produk-kami/

Tip Membagi Waktu Berkualitas Untuk Anak Bagi Pekerja Bag.1

Tip Membagi Waktu Berkualitas Untuk Anak Bagi Pekerja Bag.1

Berangkat di pagi hari saat matahari belum menampakkan rupanya, dan pulang lagi ketika matahari sudah bersembunyi di balik gelapnya malam. Berangkat saat anak masih tidur dengan nyenyak dan pulang ketika anak sudah terlelap. Kami yakin setiap orangtua merasa ada yang salah akan hal ini, mereka sadar ini masalah tapi di satu sisi tidak bisa juga menghindarinya karena memang seperti itulah cara mereka mencari nafkah.

Anak tentu membutuhkan waktu berkualitas dari orangtuanya, begitu juga setiap orangtua tentu rindu untuk bisa selalu bersama dengan anaknya. Tentu, menjadi solusinya orangtua perlu melakukan kita-kiat agar waktu pekerjaan dan waktu bersama keluarga seimbang. Sukses di pekerjaan dan juga bisa memberikan dampak kebaikan pada keluarga.

Berikut adalah beberapa tip menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Luangkan waktu berkualitas untuk anak setiap hari

Sesibuk apapun anda, sediakan waktu berkualitas setiap hari untuk bisa bersama dengan anak anda. Apakah itu 1 jam, 2 jam atau 30 menit. Anda bisa memberikan waktu berkualitas untuknya di pagi hari misal menemaninya sarapan, mengantar ke sekolah, jalan kaki bareng atau bisa juga menyediakan waktu berkualitas bersama anak di malam hari seperti membacakan cerita padanya sebelum tidur, makan bersama, main kejar-kejaran dan berbagai aktivitas bermanfaat lainnya. Beritahu anak akan hal ini, kalau dia memiliki waktu berkualitas dengan anda setiap hari.

Matikan gadget anda saat bersama dengan anak

Setelah anda meninggalkan anak seharian penuh, ketika  pulang ke rumah anda pun sibuk dengan gadget. Sebagai solusi agar anak tidak rewel anda belikan juga gadget yang tentu ini adalah solusi buruk bagi mereka. Mungkin alasan orangtua capek sepulang bekerja, tapi perlu diingat anak tidak hanya butuh makan, pakaian, uang jajan dari anda. Tetapi anak juga membutuhkan kasih sayang, perhatian dan waktu berkualitas dari anda. Saat bersamanya tahanlah ego anda untuk bermain gadget, matikan gadget anda dan bermainlah bersama mereka.

Tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah

Sebanyak apapun pekerjaan di kantor jangan sesekali dibawa ke rumah, jika itu perintah atasan sampaikan pada atasan  kalau anak anda juga membutuhkan waktu anda di rumah. Saat dikantor anda adalah pekerja, bekerjalah dengan profesionalitas tinggi. Begitu juga ketika pulang ke rumah anda menjadi orangtua, jalankan peran sebagai orangtua juga dengan profesional dan penuh dedikasi. Jika memang sangat terpaksa membawa pekerjaan pulang, kerjakanlah ketika anak-anak sudah terlelap dan kalau perlu sampaikan kepada mereka kalau saat ini ada beberapa pekerjaan yang mesti diselesaikan.

Tidak membawa permasalahan kantor ke rumah

Jika anda di kantor memiliki masalah entah itu masalah pekerjaan, masalah dengan atasan atau sesama karyawan lainnya maka jangan sesekali bawa ke rumah. Saat anda melangkahkan kaki meninggalkan kantor saat itu jugalah anda tinggalkan permasalahannya.

Itulah beberapa tips untuk menyeimbangkan pekerjaan di kantor dengan waktu di rumah bersama anak. Untuk beberapa tip selanjutnya akan dibahas di bagian ke dua tulisan ini .

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758
WhatsApp. 085780267758

link Url : http://dapur-aqiqah.com/aqiqah-online-di-daerah-bekasi-utara/

8 Tanda Anak Yang Tidak Mengalami Kedekatan Dengan Orangtua

8 Tanda Anak Yang Tidak Mengalami Kedekatan Dengan Orangtua

Terkadang dengan dalih sibuk bekerja orangtua tidak memiliki waktu yang memadai dengan anaknya. Orangtua lebih sibuk menyiapkan kebutuhan anak yang bernilai materi tapi mengabaikan kebutuhan anak berupa waktu luang, kasih sayang, perhatian dan kedekatan. Anak yang mengalami hal ini secara terus menerus akan menumbuhkan rasa kurang percaya diri. Dia merasa tidak diterima oleh lingkungannya, dia takut untuk bergaul secara lebih luas, dia menganggap orang tidak peduli kepadanya. Tentu alasan ini muncul karena si anak melihat sendiri bagaimana orang terdekatnya –orangtua- abai terhadap dirinya

.

Anak yang tidak dekat dengan orangtua akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit percaya kepada orang lain. Kurangnya percaya diri dan tidak bisa mempercayai orang lain akan menjadi masalah sendiri yang akan dibawanya hingga saat dewasa nanti. Untuk itu jika saat ini anak anda masih kecil maka anda perlu mengenali tanda-tanda apakah anda sudah dekat dengan anak anda atau belum.

Mungkin 8 tanda anak yang tidak mengalami kedekatan dengan orangtuanya berikut bisa membantu anda mengenali anak anda.

1.  Takut dan tidak mau tinggal sendirian

Tanda pertama anak yang tidak dekat dengan orangtua adalah merasa ketakutan saat ditinggal sendiri. Selalu minta untuk ditemani. Apalagi jika ditinggal dalam waktu yang lama.

2. Lebih suka menyendiri daripada bermain dengan teman-temannya

Tanda yang kedua adalah lebih memilih untuk sendiri dan menghindari bermain dengan teman-temannya. Karena dalam diri anak tumbuh perasaan tidak akan diterima oleh teman-temannya, ia kurang percaya diri untuk bermain bersama.

3. Kurang percaya diri dan minder

Anak yang tidak dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri dan suka minder. Merasa dirinya tidak bisa, takut melakukan hal baru dan tidak mau mengekspresikan dirinya.

4. Tidak berani keluar rumah

Saat tidak ada kegiatan anak lebih memilih bermain sendiri di rumah, ada semacam ketakutan yang muncul dalam dirinya untuk keluar rumah dan bermain dengan yang lain.

5. Ekpresi datar dan merasa biasa saja saat berpisah dengan orangtuanya

Anak memiliki ekspresi datar saat ditinggal atau berpisah dengan orangtuanya, bahkan ada sebagian anak yang takut ketika di dekati oleh orangtuanya dan dia tidak mau dipeluk oleh orangtuanya.

6. Cengeng, mudah menangis dan mudah cemas

Anak yang tidak dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi anak cengeng, mudah menangis, selalu ketakutan, mudah stress dan pencemas.

7. Mengalami permasalahan dalam belajar dan di sekolah

Anak yang tidak memiliki kedekatan dengan orangtua cenderung sulit dalam belajar, sulit bergaul dan prestasi rendah di sekolah.

8. Sulit dinasehati dan diberi masukan

Anak yang tidak dekat dengan orangtua memiliki satu sikap sulit untuk percaya pada orang lain, indikasinya dia akan sulit juga untuk dinasehati dan diberi masukan, Anak seperti ini cenderung menjadi keras kepala dan menganggap setiap yang dilakukannya itulah yang paling tepat dan paling benar.

Setiap anak membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya, untuk itu para orangtua mari bangun kedekatan dengan anak-anak kita. Kebersamaan itu singkat waktunya, manfaatkan sebaik-baiknya sebelum nanti berakhir dengan penyesalan. Jangan sampai kita melahirkan anak yang lemah, cengeng dan jauh dari prestasi hanya gara-gara kita cuek padanya.

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758
WhatsApp. 085780267758

link Url : http://dapur-aqiqah.com/jasa-aqiqah-online-di-bekasi-selatan/

5 Tip Mengelola Emosi Anak

5 Tip Mengelola Emosi Anak

Setiap orangtua menginginkan anaknya bisa menjadi anak baik, pandai mengelola emosi dan tidak meledak-ledak. Tapi sayangnya ketika mendidik anaknya orangtua terkadang gagal mengendalikan emosinya sendiri sehingga akibatnya malah membuat anaknya ‘belajar’ cara buruk mengendalikan emosi. Anak mencontoh dari orangtuanya. Sebenarnya dengan butuh kesabaran dan memahami fenomena yang terjadi pada otak anak ketika emosinya bergejolak kita dapat mengajarinya cara yang tepat untuk mengendalikan emosi. Berikut adalah kiat dari Dr. Bryson tentang cara yang tepat mengendalikan emosi.

Menggunakan logika otak kiri untuk memahami perasaan otak kanan anak

Tak sedikit orangtua merespon anaknya yang sedang emosional seperti marah, merajuk dan menangis dengan logika otak kiri semata. Tentu hal ini tidak membuahkan solusi, saat anak emosional maka itu adalah tentang otak kanannya yang bertugas mengelola perasaan. Mengajak anak berpikir rasional dengan otak kirinya tentu bukanlah hal yang tepat. Jadi solusinya berempatilah  kepadanya dengan menerima perasaannya saat itu. Setelah ia tenang baru ajak dia bicara secara rasional dengan menggunakan logika untuk kiri. Menemukan apa penyebabnya dia menangis dan mencari bersama solusi atas permasalahan anak.

Bantulah anak bercerita

Salah satu cara menemukan permasalahan anak adalah mendidik dia terbuka tentang masalah-masalahnya. Bantulah anak untuk menceritakan pengamalan tidak menyenangkannya dan orangtua jadilah pendengar yang baik dalam mendengarkan ceritanya. Banyak anak yang takut bercerita kepada orangtuanya lantaran kalau salah lansung diomelin atau malah dihukum. Sehingga pada akhirnya anak mencoba menyelesaikan sendiri permasalahannya, yang terkadang cara penyelesaiannya tidaklah tepat.

Ajarkan pada anak bahwa perasaan hanya berlansung sementara

Berikan pengertian kepada anak bahwa perasaan yang sedang dirasakan hanya bersifat sementara. Didik anak bahwa kita bisa memilih perasaan yang muncul dalam diri kita dan kita juga dapat memilih bagaimana kita memberi reaksi atas perasaan tersebut. Saat anak sudah bisa mengendalikan perasaannya, bisa memilih perasaan yang akan dirasakan dan memilih reaksi terhadap perasaan yang muncul akan memudahkan anak dalam mengelola emosinya.

Belajar minta maaf kepada anak

Terkadang orangtua mengatakan sesuatu atau berprilaku yang menyakiti perasaan anak. Jika terlanjur menyakiti anak maka segeralah meminta maaf kepada anak. Dengan meminta maaf kepada anak secara tidak lansung orangtua telah mengajarkan anaknya untuk mengelola emosi. Sampaikan kepada anak kalau anda sangat mencintai dan menyayanginya. Tidak perlu malu dan gengsi saat akan meminta maaf kepada anak, bahkan cara ini menunjukkan kedewasaan anda.

Tetaplah tenang menghadapi berbagai gejolak emosi anak

Saat anak anda menangis keras, tantrum atau menampakkan gejolak emosi lainnya tetaplah sabar, hadapi dengan tenang serta penuh senyuman. Saat anda sebagai orangtua tidak mampu mengendalikan emosi saat anak dalam kondisi emosi yang buruk tentu akan memperparah keadaan. Menghadapi anak dengan tenang akan membantu anda untuk menenangkan diri sendiri.

Itulah 5 tip mengelola emosi anak, semoga kita menjadi orangtua yang bijak saat menghadapi anak yang sedang emosi.

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758
WhatsApp. 085780267758

link Url : http://dapur-aqiqah.com/jasa-aqiqah-online-di-bekasi-timur/

Tip Agar Anak Patuh Pada Orangtuanya

Tip Agar Anak Patuh Pada Orangtuanya

Salah satu hal penting yang harus ditanamkan oleh setiap orangtua terhadap anaknya adalah sikap patuh. Tetapi patuh disini tentu bukanlah karena takut pada orangtuanya, akan tetapi anak yang patuh karena kesadaran dirinya, dia memahami kenapa dia harus nurut kepada orangtuanya. Berikut kami sajikan beberapa tip yang bisa dilakukan agar anak menjadi patuh pada anda.

1.  Tanamkan kebiasaan untuk patuh kepada orangtua sejak dini

Anda bisa menanamkan kebiasaan untuk patuh pada orangtua pada anak sejak dia berumur 2 tahun, sampaikan padanya anak yang baik dan dicintai oleh Allah Swt adalah anak yang patuh pada orangtuanya. Sampaikan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

2. Gunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menjelaskan sesuatu pada anak

Saat berbicara pada anak atau meminta dia melakukan sesuatu gunakanlah bahasa yang mudah dipahaminya dan dicerna. Hindari menyampaikan sesuatu dengan cara yang berbelit-belit dan diluar kemampuannya untuk menangkap.

3. Berikan perintah sesuai batas kemampuan anak

Orangtua yang baik tentu adalah orangtua yang mengenali kemampuan anaknya. Saat meminta anak melakukan sesuatu pastikan itu sesuai dengan kemampuannya. Hindari menyuruh anak melakukan sesuatu yang di luar kemampuannya.

4. Hindari berbohong kepada anak

Ketika anda berbohong pada anak, maka secara tidak lansung anda telah mendidiknya untuk berbohong. Ingat, sepintar apapun anda berbohong kepada anak suatu ketika dia juga akan tahu kalau dia sedang dibohongi. Saat dia menyadari kalau anda sering membohonginya maka semakin susahlah anda mendidik anak anda untuk patuh. Untuk itu jangan sesekali berbohong padanya. Berbicaralah dengan jujur dan apa adanya.

5. Jangan menakuti dan mengancam anak

Sikap menakuti dan mengancam anak akan menumbuhkan sikap keterpaksaan dalam melakukan perintah anda. Dia melakukan bukan karena kesadaran diri dan ketulusan hati akan tetapi karena dia takut pada anda terlebih lagi jika disertai dengan ancaman. Semisalnya “Awas ya kalau kamu tidak nurut nanti tidak mama kasih jajan…” “Jangan lakukan itu, kalau dilakukan nanti mama pukul…” dan berbagai kalimat serupa lainnya.

6. Berikan anak apresiasi jika anak berhasil melakukan sesuatu yang di pinta

Jika anak sudah melakukan apa yang diminta, patuh pada orangtuanya, tidak ada salahnya sesekali anda memberikan apresiasi padanya. Apresiasi yang dilakukan bisa dengan memberikan hadiah, menyampaikan dengan penuh ketulusan kalau dia adalah anak yang patuh. Tapi perlu diperhatikan juga untuk memberikan hadiah cukup sesekali, jangan setiap dia melakukan sesuatu diberi hadiah. Karena hal itu secara tidak lansung akan membentuk keyakinan dalam dirinya bahwa dia ‘dibayar’ setiap melakukan perintah orangtuanya. Suatu ketika dia akan menagih ‘bayaran’ itu. Sehingga yang terbentuk adalah sikap tidak tulus dalam mengerjakan sesuatu.

Setiap anak pada dasarnya baik dan patuh pada orangtuanya, sebab seperti itulah fitrahnya. Namun, terkadang orangtua yang keliru dalam memahami anaknya sehingga menganggap anak tidak patuh atau mungkin juga cara pengasuhan yang salah membuat anak menjadi pembangkang, sulit diatur dan tidak mau nurut kepada orangtuanya .

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758
WhatsApp. 085780267758

link Url : http://dapur-aqiqah.com/jasa-aqiqah-online-di-bekasi-barat/

 

Keutamaan Menanamkan Kecintaan Anak Pada Al-quran sejak dini Bag. 2

Keutamaan Menanamkan Kecintaan Anak Pada Al-quran sejak dini Bag. 2

Jatuh cinta itu anugerah, dan sebaik-baiknya anugerah jatuh cinta adalah saat kita jatuh cinta pada kitab suci Al-qur’an. Cinta yang mendalam kepada Al-qur’an akan menggerakkan diri kita untuk selalu membersamai Al-qur’an, selalu membaca Al-qur’an, ingin terus menelusuri maknanya dan berusaha sebaik mungkin untuk mengamalkannya. Saat seorang begitu mencintai Al-qur’an maka ia akan menjadi setiap aturan Allah Swt sebagai standar hidupnya. Dia takkan berani melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah Swt melalui firman-Nya di Al-qur’an dan dengan semaksimal mungkin ia akan berusaha menjalankan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah Swt melalui Al-qur’an.

Bagi anda para orangtua tentu menginginkan anak-anak anda mencintai Al-qur’an, berikut adalah beberapa keutamaan yang akan diraih ketika kita menanamkan kecintaan anak pada Al-qur’an sejak dini. Bagian pertama dari tulisan ini bisa anda baca disini : Keutamaan menanamkan kecintaan kepada Al-qur’an dalam diri anak semenjak dini.

1. Al-qur’an mudah dihafal oleh anak-anak

Di negeri kita Indonesia ini tentu sudah tak asing lagi bagi kita, banyak anak-anak yang menghafal Al-qur’an. Jika melihat dari usia tak sedikit di antara mereka yang masih berusia di bawah 5 tahun. Akan tetapi anak-anak ini sudah berhasil menghafal Al-qur’an. Memang seperti itulah fitrahnya anak-anak. Sebab, dia masih bersih maka lebih menyerap ayat-ayat Allah Swt untuk dihafalnya.
2. Belajar Al-qur’an bagi anak di usia lebih muda tentu lebih baik

Abu ‘Ashim mengatakan. ‘Aku membawa anakku menghadap Ibnu Juraij. Anakku belum mencapai tiga tahun, dia belajar hadis dan al-Qur’an.” Abu ‘Ashim mengatakan, “Tidak apa-apa mengajari anak sesuainya hadis dan Al-qur’an. Belajar Al-qur’an bagi anak tidak ada batasa usia khusus, lebih dini tentu lebih baik. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengajari anak Al-qur’an seperti mendengarkan secara rutin lantunan ayat-ayat suci Al-qur’an, menjauhkan anak dari televisi dan berbagai musik jahiliyah.

3. Anak yang menghafal Al-qur’an cenderung lebih cerdas saat mempelajari hal-hal lain

Anak yang menghafal Al-qur’an cenderung memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi. Saat anak sudah menghafal Al-qur’an maka ia akan lebih mudah untuk mempelajari hal-hal lain. Inilah salah satu keutamaan dari penghafal Al-qur’an.

4. Mendapat kemuliaan dunia akhirat

Suatu ketika Ustadz Amir Faisol mencium tangan seorang anak berusia sekitar 5 tahun ketika anak itu menyelesaikan lantunan ayat suci Al-qur’an di salah satu acara hafidz cilik yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi. Ustadz Amir Faisol menyampaikan itulah kemuliaan Al-qur’an, ia akan membuat mulia siapa saja yang menghafalnya.

Dalam kesempatan lain kita bisa lihat bocah cilik lainnya, sebut saja Musa. Anak penghafal Al-qur’an ini juga dimuliakan oleh banyak orang. Bahkan sering dia hadir di berbagai majelis ilmu dan didengarkan oleh orang-orang dewasa dari berbagai status sosial.

5. Hidup lebih bahagia

Saat seorang anak sudah menghafal Al-qur’an InsyaAllah hidupnya akan terasa lebih indah dan bahagia. Saat ditimpa masalah ia akan lebih mudah bersabar menghadapinya lantaran ayat-ayat Al-quran telah ada dalam hatinya. InsyaAllah akhlaknya pun akhlak Al-qur’an.

Itulah beberapa keutamaan dari menanamkan kecintaan kepada Al-qur’an di dalam diri anak kita semenjak dini. Semoga kita menjadi motivasi bagi kita untuk semakin mendekatkan diri pada Al-qur’an.

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758
WhatsApp. 085780267758

link Url : http://dapur-aqiqah.com/jasa-aqiqah-online-di-bekasi-utara/

Page 2 of 912345...Last »