8 Manfaat Berkisah atau Bercerita untuk Anak

8 Manfaat Berkisah atau Bercerita untuk Anak

Berkisah adalah salah satu teknik terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putri-putri kita kita. Bahkan Al-quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.

Berikut adalah beberapa manfaat dari berkisah untuk anak.

1.  Mempermudah anak dalam mempelajari bahasa

Anak yang sering diceritakan akan lebih mudah dalam mempelajari bahasa dan semakin banyak mengenal kosakata. Bercerita juga akan meningkatkan fungsi otak kanan anak yang bertanggung jawab atas kreativitas dan imajinasi yang akan berkembang.

2. Cerita yang positive akan turut membentuk prilaku positive dalam diri anak

Cerita yang sering didengar oleh anak secara tak lansung akan turut dalam membentuk prilaku positive dalam diri anak. Meskipun belum mengerti sistem saraf bayi yang akan mereka ucapan-ucapan tersebut.

3. Anak menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan

Anak yang sering mendengarkan cerita sejak masih kecil atau dalam kandungan memiliki kemampuan yang belum diajarkan padanya atau mampu menemukan pemecahan masalah yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh anda. Hal ini mungkin terjadi karena informasi yang didapat dari indra pendengarannya tersimpan sebagai memori jangka panjang. Di dalam otak terdapat tonjolan bernama “girus: yang berfungsi merekam kode-kode informasi. Semakin banyak informasi, pembelajarann dan rangsangan yang diperoleh anak, semakin banyak pula girus yang terbentuk di otaknya.

4. Akan meningkatkan daya pikir anak

Mendengarkan cerita akan meningkatkan daya pikir anak. Semakin sering anak diajak untuk berkomunikasi, semakin cepat perkembangan daya pikirnya.

5. Cerita akan menciptakan imajinasi anak

Setelah mendengarkan cerita anak akan berimajinasi dan mempelajari nilai-nilai yang terdapat dalam cerita tersebut. Pada usia dini anak-anak baru dapat berpikir secara konkret, sedangkan nilai moral bersifat abstrak. Membacakan cerita mengubah sifat abstrak tersebut menjadi bentuk nyata yang dapat dibayangkan melalui peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam cerita.

6. Cara mudah untuk mengenalkan keteladanan dari tokoh-tokoh hebat pada anak

Berkisah adalah salah satu cara mudah dan efektif untuk mengenalkan keteladanan dari tokoh-tokoh hebat kepada anak. Seperti halnya mengenalkan Nabi Muhammad Saw, para Nabi, para sahabat, tabi’in dan berbagai tokoh-tokoh muslim yang mendunia lainnya.

7. Menjauhkan anak dari gagdet

Di era digital seperti sekarang ini gadget menjadi satu hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Sudah bukan sesuatu yang aneh lagi saat orang tua membekali anaknya dengan gadget sehingga pada akhirnya membuat anak-anak kecanduan pada benda ini. Dampak buruk dari gadget pun cukup banyak seperti menganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, kecanduan gagdet serta menjadi anak yang memiliki dunianya sendiri.

8. Sebagai sarana untuk mendekatkan antara orang tua dan anak

Saat berkisah tentu orang tua akan meluangkan waktu untuk hadir disamping anaknya menyampaikan cerita. Tentu ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak, terlebih lagi bagi orang tua yang pergi pagi dan pulang malam. Waktu malam untuk berkisah bisa menjadi satu waktu yang berkualitas bersama anaknya.

Berkisah adalah bukti cinta orang tua pada anaknya, semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi setiap orang tua agar semakin bersemangat berkisah untuk anak-anaknya.

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085773745147, 081311225011
WhatsApp. 085773745147,
Line. 085773745147

http://dapur-aqiqah.com/aqiqah-online-di-bekasi-utara-harapan-baru/

14 Jenis Makanan yang Bagus untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak

14 Jenis Makanan yang Bagus untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak

Konsentrasi adalah pemusatan perhatian untuk melakukan sesuatu hingga hal itu terselesaikan dalam waktu tertentu. Agar buah hati kita menjadi anak yang cerdas salah satu syarat yang dimilikinya adalah kemampuan untuk berkonsentrasi. Konsentrasi juga melingkupi berbagai aktivitas anak seperti saat mendengarkan, melihat, mengerjakan sesuatu dan bermain.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa suasana hati dipengaruhi oleh kadar hormon-hormon tertentu di dalam tubuh. Kadar hormon-hormon ini ditentukan oleh pola hidup seseorang, salah satunya adalah makanan.

Berikut adalah 14 jenis  makanan yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi.

1. Roti gandum

Produk gandum utuh seperti sereal, kerupuk gandum atau roti gandum merupakan sumber karbohidrat yang sehat dan meningkatkan konsentrasi di pagi dan siang hari.

2. Ubi Jalar

Ubi jalar mengandung antioksidan dan karbohidrat yang sehat tanpa mengakibatkan lonjakan gula darah. Ubi jalar dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan menjaga kadar energi

3. Bayam

Sayur hijau ini kaya akan antioksidan, mineral, dan zat besi. Bayam juga berkhasiat sebagai peningkat konsentrasi.

4. Telur

Kolin dan gizi lain yang terkandung di dalam telur dapat meningkatkan fungsi otak. Makan telur secara teratur juga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif (penyakit kronis)

5. Tuna dan Salmon

Ikan  tuna dan salmon kaya aan omega-3 yang sangat penting bagi otak dalam menjalankan fungsi kognitifnya. Memakan makanan yang kaya akan omega-3 akan menjaga daya konsentrasi dan melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer.

6. Kacang Merah

Vitamin B (tiamin) pada kacang merak dapat mengurangi gejala depresi, meringankan gangguan suasana hati dan mempertahankan fungsi kognitif

7. Oat

Oat merupakan jenis sereal yang kaya akan gizi penting bagi otak, seperti vitamin E, vitamin B, kalium, dan seng yang mempertahankan fungsi tubuh dan otak pada kapasitas penuh.

8. Pisang

Kalium yang terdapat di dalam pisang ternyata mampu meningkatkan konsentrasi. Selain itu, kandungan vitamin B yang cukup tingi pada pisang juga mampu mempertahankan kerja sistem saraf sehingga meningkatkan konsentrasi lebih lama

9. Permen karet

Seorang ahli gizi dari Wrigley Science Institute, Gil Leveille pernah melakukan penelitian bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan konsentrasi dalam belajar. “Mengunyah permen karet menjadikan peredaran dari ke otak lebih lancar. Hal ini membuat otak memperoleh asupan oksigen yang lebih banyak sehingga kita mampu berkonsentrasi dengan lebih baik,” kata Gil Leveille.

10. Jus jeruk

Jus jeruk kaya akan asam folat yang dapat mempertajam daya ingat sehingga otak cepat menyerap informasi.

11. Beri biru, dewberry, dan stroberi

Buah jenis beri memiliki antioksidan yang dapat meningkatkan memori otak dan menambah pasokan darah ke otak sehingga konsentrasi akan meningkat. Buah-buahan jenis ini juga mengandung flavonoid yang bergizi bagi otak dan dapat menghambat penurunan daya ingat.

12. Mangga

Mangga mengandug asam glutamin yang penting untuk fungsi konsentrasi dan memori

13. Kacang kedelai

Menurut Prof. Sandra File dari Guys Hospital, London, kedelai mengandung isoflavon yang dapat bertindak sebagai reseptor estrogen dalam otak manusia. Terutama di area hipokampus yang penting untuk menjalankan fungsi memori sehingga pembentukan hubungan saraf baru lebih mudah berlansung.

14. Ginkgo biloba

Ginkgo biloba digunakan sebagai penguat daya ingat sejak zaman dahulu. Ginkgo dapat memperbaiki sirkulasi darah ke otak dengan memperbesar pembuluh dara sehingga meningkatkan pasokan oksigen ke otak.

Itulah 14 jenis makanan yang sangat cocok untuk buah hati anda, bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasinya dan tentu meningkatkan kecerdasan.

6 Alasan Mengapa Kita Perlu Mengajarkan Anak Mencintai Rasulullah Saw

6 Alasan Mengapa Kita Perlu Mengajarkan Anak Mencintai Rasulullah Saw

Setelah pada bagian sebelumnya kita membahas bagaimana mengajarkan anak agar mencintai Allah Swt maka dalam tulisan ini bahasan kita bagaimana mengajarkan anak mencintai Rasulullah Saw. Berikut adalah 6 alasan mengapa kita perlu mengajarkan anak mencintai Rasulullah Saw.

1.  Mencintai Rasulullah Saw adalah salah satu bagian dari iman kita

Saat seseorang ingin memeluk Islam maka syarat utamanya adalah mengakui Allah Swt tuhan yang maha esa dan Muhammad Rasulullah Saw sebagai utusan Allah. Sebagai rasul terakhir dan penutup. Setiap muslim harus mencintai Rasulullah Saw setelah mencintai Allah Swt sebagaimana firman-Nya:

“Katakanlah : Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
(At-Taubah:24)

Dalam ayat lain Allah Swt juga berfirman:

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”
(Ali imran : 31)

Mengajarkan anak agar mencintai Rasulullah Saw adalah sebuah keniscayaan bagi setiap keluarga muslim. Kecintaan pada Rasulullah mesti ditanamkan sejak anak sedini mungkin bahkan saat anak masih di dalam kandungan.

2. Allah sangat mencintai Nabi Muhammad Saw

Allah sangat mencintai Rasulullah Saw hingga Allah mengaitkan nama-Nya dengan nama Rasulullah Saw diantaranya dalam Al-qur’an banyak kisah tentang Nabi Muhammad Saw, dalam kalimat syahadat sebagai pintu untuk masuk agama Islam juga ada nama Nabi Muhammad Saw, dalam kalimat Azan yang dikumandangkan 5 kali sehari dan juga dalam shalat saat bertahiyat Allah juga mewajibkan kita memberi do’a keselamatan untuk nabi Muhammad Saw.

3. Mencintai Rasulullah akan memudahkan kita mengikuti sunnahnya

Saat anak mencintai Rasulullah Saw maka dia akan bersemangat untuk mempelajari kehidupan Rasulullah Saw dan juga meneladani Rasulullah Saw dengan menjalankan sunnahnya.

4. Rasulullah adalah manusia terbaik, pilihan Allah Swt

Rasulullah Saw adalah manusia terbaik, Allah pilih menjadi Nabi dan Rasul penutup sebagai penyempurna risalah ini. Menjalankan tugas yang berat menyampaikan wahyu dari Allah Swt. Tentu menjadi sesuatu kebanggaan saat kita dan keluarga menjadi orang yang mencintai Rasulullah Saw dan mendirikan sunnahnya.

5. Rasulullah Saw sangat mencintai kita sebagai umatnya

Rasulullah Saw pernah menangis ketika sedang duduk bersama para shabatnya sebab rindunya kepada kita. Umatnya. Para sahabatpun bertanya tentang sebab tangisanya . Beliau menjelaskan “Aku merindukan saudara-saudaraku.” Mereka bertanya lagi, “Bukankah kamu juga saudaramu, ya Rasulullah ?” Rasulullah Saw menjawab, “Bukan, saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku, padahal mereka tidak pernah melihatku.” (Al-Hadits Ash-Shahihah )

Begitulah Rasulullah sangat mencintai kita, umatnya. Sudah sepantasnya kita juga mencintainya.

6. Seseorang akan dikumpulkan di hari kiamat bersama orang yang dicintainya

Rasulullah Saw bersabda…

Anas bin Malik pernah meriwayatkan bahwa seorang Arab Badui mendatangi Rasulullah Saw dan bertanya “Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu datang ?” Rasulullah Saw menjawab, “Apa yang sudah engkau persiapkan untuk menyonsongnya ?” Dia menjawab, “Kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah menjawab “Engkau akan beserta orang-orang yang engkau cintai.”
(Muttafaqun ‘Alaih)

Itulah janji Rasulullah Saw, kabar gembira untuk kita umatnya. Tentu menjadi hal penting juga bagi kita para orang tua menyampaikan hal ini pada putri-putri kita. Agar putra-putri kita mencintai Rasulullah. Agar keluarga kita berkumpul nanti di surga-Nya bersama orang yang kita cintai.Rasulullah Saw.

Itulah 6 alasan mengapa kita perlu mengajarkan anak kita agar mencintai Rasulullah Saw. Semoga menjadi sebab kebaikan bagi kita semua.

7 Alasan Mengapa Kita Perlu Mengajari Anak Mencintai Allah Swt

7 Alasan Mengapa Kita Perlu Mengajari Anak Mencintai Allah Swt

“Satu-satu aku sayang ibu….Dua-dua aku sayang ayah….tiga-tiga aku sayang kakak adik….empat-empat aku sayang kakek – nenek…Satu, dua, tiga, empat aku cinta semua…”

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan lirik diatas. Saat masih kecil anak secara tidak lansung belajar untuk mencintai orang tuanya, beranjak menjadi kanak-kanak hingga dewasa hingga mencintai dirinya, sekolah, kampus, karir dan pekerjaannya. Memang tak ada yang salah dengan hal ini, tapi sayangnya para orang tua lupa mendidik anak-anaknya untuk mencintai Allah dan Rasulnya.

Pada akhirnya anak tumbuh hingga dewasa dengan cintanya hanya untuk dunia. Cinta itu perlu dibangun dan ditumbuhkan. Anak mencintai orang tua dan keluarganya sedari kecil karena kenal, kedekatan dan keakraban dengannya. Begitu juga dengan mencintai Allah dan Rasulnya. Kita para orang tua perlu membangun dan menumbuhkan cinta anak pada Allah dan Rasulnya. Berikut adalah 7 Alasan mengapa kita perlu mengajari anak agar mencintai Allah Swt.

1.  Sebab Allah memerintahkan setiap manusia untuk mencintainya

Allah Swt berfirman :

“Katakanlah, ‘Jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”
(Ali Imran : 31)

Mencintai Allah adalah perintah dari Allah Swt. Allah akan menjanjikan akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosa setiap hamba yang mencintai-Nya.

2. Sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia dari Allah Swt

Allah telah memberikan begitu banyak nikmat untuk kita, nikmat kesehatan, nikmat keluarga dan yang teramat besar adalah nikmat iman pada Allah Swt. Kita perlu mengenalkan pada anak-anak kita Allah lah yang telah memberikan itu semua kepada kita. Kita perlu mengakrabkan anak-anak kita dengan Allah Swt dan menumbuhkan rasa cinta pada Allah dalam dirinya.

3. Mencintai Allah Meneladani Rasulullah Saw

Rasulullah Saw memberi contoh pada umatnya agar kita mencintai Allah dalam kehidupan kita melebihi cinta pada diri sendiri, sebagaimana sabdanya.

“Ya Allah, jadikanlah Engkau lebih aku cintai daripada diriku, keluarga, dan dari air dingin”
(HR.Tirmidzi)

4. Cinta pada Allah Swt akan melahirkan ketaatan dan ketakwaan

Setiap orang tua tentu berharap putra-putrinya menjadi anak yang taat dan bertakwa pada Allah Swt. Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Serta, selalu merasa di awasi Allah dalam setiap situasi dan kondisi. Cara agar hal ini tumbuh dan mengakar dalam diri anak sejak dini adalah dengan mengajarkan anak untuk mencintai Allah Swt.

5. Agar Anak menjadikan Allah sebagai tempat bergantung dalam kehidupannya

Tak dipungkiri saat anak-anak tumbuh bersama orang tuanya, saat dia mencintai orang tua maka dia pun akan memiliki ketergantungan pada orang tuanya. Padahal sejatinya orang tua juga memiliki keterbatasan yang tentu tak mampu ada setiap saat dan waktu untuk anaknya, tidak mampu selalu membersamai anaknya dan juga tidak selalu bisa menolong anaknya.

Dengan mengajarkan anak mencintai Allah Swt, maka akan hadir kesadaran dalam diri anak kalau Allah lah tempat bergantung yang sesungguhnya. Jika dalam diri anak sudah tumbuh ketergantungan pada Allah maka jika suatu saat Allah panggil salah satu dari orang tuanya anak tidak kehilangan sandaran. Dia masih punya Allah Swt. Selain dia anak juga akan sadar kita semua berasal dari Allah akan kembali pada Allah Swt.

6. Dengan mencintai Allah juga akan mencintai Al-qur’an

Saat anak telah mencintai Allah Swt, maka dengan mudah kita bisa mengajari anak agar mencintai Al-qur’an. Al-qur’an adalah firman dari Allah Swt, Allah mengirimkan pesan, petunjuk dan peringatan pada hamba-hamba-Nya melalui ayat-ayat Al-qur’an.

Saat anak sudah cinta pada Allah, mau mendengarkan perintah Allah lewat Al-quran tentu akan lebih mudah mengajarkan agar anak melaksanakan perintah Allah seperti shalat, puasa, zakat dan ibadah lainnya. Saat anak mencintai Allah Swt maka anak akan beribadah sebab cintanya pada Allah, ia akan menikmati ibadahnya dan tidak merasakan ibadah sebagai beban.

7. Mencintai Allah akan menjauhkan anak dari sifat-sifat tercela yang dibenci oleh Allah Swt

Cinta pada Allah akan mendorong anak untuk terus berbuat kebaikan serta berusaha menjauhkan diri dari perbuatan tercela yang dibenci oleh Allah. Karena anak sadar jika ia ingin mendapatkan ridho dari Allah Swt maka ia harus patuh dan taat pada Allah.

Itulah 7 mengapa kita perlu mengajarkan anak kita mencintai Allah Swt.

5 Bahaya Sikap Orang Tua yang Overprotective Bagi Anak

5 Bahaya Sikap Orang Tua yang Overprotective Bagi Anak

Semua orang tua tentu sayang pada anaknya, dan bentuk ekspresi menyayangi anak salah satunya adalah ingin melindungi anak. Naluri ingin melindungi anak tentu dimiliki oleh semua orang tua, ini baik bagi anak dan setiap anak pun tentu membutuhkan perlindungan. Akan tetapi jika orang tua memberikan perlindungan yang terlalu berlebihan (overprotective) pada anak maka akan berdampak tidak baik bagi anak.

Banyak orang tua yang harus rela mengantar anaknya setiap hari ke sekolah lalu menemani di sekolah karena khawatir yang berlebihan pada anak, anak-anak yang lain dilarang bermain bersama temannya oleh orang tua lantaran takut anaknya jatuh, berkelahi dan sebagainya, dan banyak lagi contoh lainnya. Sikap overprotective biasanya disebabkan oleh kecemasan dan kekhawatiran oleh orang tua terhadap anaknya. Boleh jadi sikap ini muncul karena pengalaman masa lalu orang tua yang menyakitkan di masa lampau atau si orang tua juga mendapatkan pola pengasuhan seperti ini dari orang tuanya dahulu.

Apapun alasannya, sikap overprotective sangat tidak baik bagi anak anda, bahkan bisa membahayakan dirinya terutama perkembangan mental, emosional dan kepribadian. Berikut adalah 5 bahaya sikap orang tua yang overprotective terhadap anak.

1.  Anak Tidak Memiliki Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri adalah salah satu modal utama bagi anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu kepercayaan diri juga akan menjadi modal dasar baginya saat akan menjelajahi berbagai tantangan kehidupan di masa depan. Saat anak diperlakukan oleh orang tuanya secara overprotective maka kepercayaan dalam diri anak luntur bahkan bisa hilang. Akan terbentuk mindset di benak anak kalau dirinya memang tak bisa apa-apa dan dia selalu butuh orang tuanya.

2. Anak Sulit Untuk Mandiri

Biasanya orang tua yang terlalu overprotective akan selalu membantu anaknya mengerjakan sesuatu, niat awalnya memang baik agar tugas anaknya cepat selesai, agar anaknya tidak capek dan sebagainya. Sehingga pada akhirnya anak yang selalu dibantu oleh orang tuanya sulit untuk mandiri, jika suatu saat harus mengerjakan sendiri maka dia akan kebingungan.

3. Menjadi Pribadi yang Terlalu Khawatir dan Cemas

Sebagaimana kita telah bahas diatas, bahwa sikap overprotective muncul karena rasa cemas dan khawatir yang berlebihan. Jika anak mendapatkan perlakuan ini secara terus menerus hingga beranja dewasa maka secara tidak lansung orang tua telah mewariskan perilaku mudah cemas dan mudah khawatir pada anaknya. Suatu saat jika si anak telah menjadi orang tua, maka dia akan menerapkan lagi sikap overprotective dalam pengasuhan anaknya. Begitulah seterusnya sampai ada satu generasi yang menyadarinya dan mau berubah.

4. Anak Menjadi Mudah Menyerah

Ketika anak tau dia akan selalu dibantu oleh orang tuanya maka anak akan mudah menyerah. Saat tidak bisa melakukan sesuatu dia akan segera minta tolong pada orang tuanya, saat kesulitan dalam mempelajari satu hal dia pun akan minta tolong orang tuanya sebab dia tau orang tuanya akan datang segera untuk menolong.

5. Kurang Pandai Bergaul

Anak yang diasuh secara overprotective biasanya juga akan kesulitan dalam bergaul, dia sedikit bahkan tidak memiliki teman. Sikap orang tua yang terlalu protective telah membatasi dirinya untuk bergaul dengan yang lain. Sering terjadi orang tua yang overprotective melarang anaknya untuk bermain di luar rumah dengan anak lain dengan alasan takut cidera, berantam dan lain sebagainya.

Kelima hal diatas tidak hanya berdampak untuk pribadinya di masa kecil tapi juga akan dibawa terus hingga dewasa bahkan berkeluarga nanti. Tentu anda tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

“Sayang kepada anak itu kewajiban setiap orang tua, begitu juga dengan melindungi anak adalah keharusan bagi setiap orang tua. Tapi yang penting pastikan saat anda melindunginya itu tidak membunuh kepribadiannya.”

 

Memilihkan Nama Terbaik Untuk Bayi Anda

Memilihkan Nama Terbaik Untuk Bayi Anda

Rasulullah Saw bersabda,

“Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian”
(HR.Abu Dawud )

 

Apalah arti sebuah nama, kalimat ini sering kali kita dengar. Sehingga sebab dari kalimat ini tak jarang hingga akhirnya mengabaikan hak-hak anak dalam pemberian nama atau memberi nama jauh dari adab dan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Nama adalah do’a, jadi saat orang tua memberikan nama yang baik untuk anaknya maka secara tak lansung dia mendoakan kebaikan pada anaknya. Begitu juga sebaliknya.

Pemberian nama pada anak tentu tak hanya sekedar terdengar keren dan beken saja apalagi hanya sekedar ikut-ikutan trend kekinian atau meniru-niru nama-nama orang terkenal tapi jauh dari nilai-nilai Islam. Agar menjadi do’a kebaikan tentu sebaiknya sebelum memberikan nama orang tua harus tau apa alasan memberikan nama itu kepada anaknya ? Dia juga harus mengerti apa makna dari nama tersebut.

Memberi nama dengan nama Abdurrahman dan Abdulllah

Salah satu sunnah nabi adalah memberi nama dengan nama Abdurrahman dan Abdullah . Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw dari Ibnu Umar,

“Nama-nama yang paling dicintai oleh Allah adalah ; Abdullah dan Abdurrahman.”
(HR.Muslim) 

Riwayat dari Jabir, ia berkata,

“Seorang pria di antara kami dikarunia seorang putera. Ia pun memberinya nama Al-Qasim. Lalu kami menegurnya, “Kami tidak akan memanggilmu dengan nama Abu Al-Qasim.” Hal ini aku laporkan kepada nabi Saw. Beliau bersabda, 

“Berilah anakmu dengan nama Abdurrahman.” 
(Hadits Muttafaq Alaih)

Memberi nama dengan nama-nama para nabi

Memberikan anak dengan nama-nama para Nabi juga pilihan terbaik bagi anda,  Memberikan anak dengan nama-nama dari orang terpilih dan pilihan oleh untuk menyampaikan kebaikan di muka bumi ini tentu akan bernilai kebaikan. Harapannya tentu kebaikan yang melekat pada nama menjadi kebaikan dalam diri anak

Hindari memberi anak dengan nama-nama yang buruk dan jauh dari nilai-nilai Islam

Tak sedikit orang tua memberikan anaknya nama yang kebarat-baratan, atau mungkin juga menjadikan nama artis sebagai nama anaknya padahal nama itu jauh dari nilai-nilai Islam bahkan memiliki arti yang buruk. Untuk orang tua sangat disarankan untuk tidak memberikan anaknya nama-nama yang buruk itu .

Haram memberi anak nama dengan nama-nama Allah

Nama-nama yang terlarang bahkan diharamkan adalah memberikan anak dengan nama-nama Allah.

Abu Dawud dalam Sunannya berkata bahwa Rabi’ bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami dari Yazid bin Al-Miqdam bin Syuraih, dari Ayahnya, dari kakeknya (Syuraih), dari ayahnya (Hani’), bahwa ketika ia bersama kaumnya diutus untuk menemui Rasulullah Saw ke Madinah, beliau mendengar mereka menyebut seseorang dengan kunyah Abu Al-Hakam. Maka beliau lansung memanggil orangnya seraya bersabda,

“Sesungguhnya Allah adalah Al-Hakam (Maha Bijaksana). Kepada-Nyalah hukum (keadilan) dikembalikan. Kenapa kamu memakai kunyah Abu Al-Hakam ?”

Orang itu menjawab, “Sesungguhnya kaumku jika menemukan perselisihan, mereka selalu datang kepadaku untuk kemudian aku selesaikan. kedua belah pihak (yang berselisih) pun menerimanya.” 

Lalu Rasulullah kembali berkata, “Sungguh bagus keputusanmu. Apakah kamu mempunyai anak?” Ia menjawab, “Anakku bernama Syuraih, Maslamah, dan Abdullah.” “Siapa yang paling besar ?” tanya beliau. “Syuraih” jawabku. Kemudian Rasulullah Saw menetapkan, “Jadi, kamu adalah Abu Syuraih” (Hadist Shahih, Al-Albani menshahihkannya)

Nama adalah do’a, maka sudah semestinya kita sebagai orang tua memberikan nama terbaik sebagai bentuk do’a terbaik kita untuknya. Anak-anak kita .

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085773745147, 081311225011
WhatsApp. 085773745147,
Line. 085773745147

link Url : http://dapur-aqiqah.com/seputar-aqiqah/aqiqah-di-daerah-bekasi-085773745147/

Page 4 of 9« First...23456...Last »