Tips Sederhana Saat Menghadapi Anak yang Tantrum

Tips Sederhana Saat Menghadapi Anak yang Tantrum

Apa itu tantrum ? Tantrum ternyata adalah kondisi emosional yang umum dialami oleh anak-anak usia 1-4 tahun, terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka akibat tidak terpenuhinya keinginan mereka, atau hanya sekedar ingin untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya saja.

Dalam kondisi tantrum seorang anak biasanya akan menangis keras, menjatuhkan badannya hingga berguling-guling, mengamuk hingga melempar berbagai barang yang ada di sekitarnya. Sebagian orang tua akan panik saat anaknya tantrum, tidak mengetahui cara menghadapi anak yang tantrum tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi orang tua. Apalagi jika anak tantrum di tempat umum seperti tempat perbelanjaan dan sejenisnya.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua saat menghadapi anak tantrum.

Tak perlu panik saat anak tantrum, sadari kalau itu hanyalah hal biasa

Ketika mendapati anak tantrum tidak perlu panik, anda perlu menyadari kalau tantrum adalah hal lumrah dan biasa. Tantrum bukanlah gelaja penyakit atau kelainan psikis, tapi adalah hal normal yang bisa terjadi pada anak siapapun.

Kenali karakter anak

Orang tua perlu mengenali karakter anaknya, kenali kapan dan apa hal paling sering yang menyebabkan anak tantrum ? Dengan mengetahui penyebabnya tentu anda sebagai orang tua bisa mengantisapi hal ini sedari awal. Selanjutnya adalah temukan cara untuk menghentikannya dari tantrum.

Hindari membentak atau sampai memukul anak anda

Bagi sebagian orang tua perilaku tantrum anak mungkin sangat menyebalkan terlebih lagi jika anak tantrum di saat orang tua sibuk atau di tempat keramaian.Sehingga tak jarang orang tua yang habis kesabaran hingga akhirnya membentak dan memukul anaknya. Anda perlu sangat berhati-hati dan memperhatikan hal ini, jangan sampai dilakukan pada anak anda. Sebab membentak dan memukul anak sangat berbahaya bagi perkembangan emosi dan psikisnya. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan dengan membentak anak membuat ratusan bahkan matinya sel otak.

Tantrum adalah hal biasa bagi anak, semua anak tentu mengalaminya. Bagi orang tua tentu ini sebagai tantangan sekaligus ujian, bagaimana bisa tetap menunjukkan kasih sayang serta menjaga kesabaran saat anak tantrum.

Tidak perlu mengikuti keinginan anak saat tantrum

Lebih seringnya anak berprilaku tantrum saat keinginannya tidak diikuti, misalkan si anak sedang di swalayan bersama ibunya saat melihat mainan yang bagus anak meminta si ibu untuk membelikan. Karena satu sebab dan lain hal ternyata sang ibu tidak mau membelikan, saat ibunya tidak mau membelikan si anak lansung bereaksi tantrum.

Nah, dalam kondisi seperti ini biasanya kebanyakan orang tua mengikuti kemauan anaknya agar segera berhenti tantrum. Solusi seperti ini memang bisa menyelesaikan masalah dalam waktu yang cepat, tapi akan menimbulkan masalah baru untuk waktu yang panjang. Sebab, jika hal ini terus terulang maka akan terbentuk pola dalam diri anak “kalau menginginkan sesuatu dan tidak dibolehkan maka tantrum”. Hingga pada akhirnya setiap dia minta sesuatu dan dilarang dia akan tantrum. Tentu anda sebagai orang tua tidak menginginkan hal ini terjadi pada anak anda bukan ?

Ajak anak berkomunikasi dan beri pengertian

Ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi tantrum dan juga agar tidak terbentuk pola berulang dalam dirinya. Caranya adalah dengan sering-sering mengajak anak berkomunikasi, pahamkan pada anak dan beri dia pengertian. Jika anak meminta sesuatu pada anda dan anda melarangnya, maka jelaskanlah padanya kenapa anda melarangnya dan sebutkan alasannya. InsyaAllah jika dilakukan sering dan berulang dengan penuh kasih sayang InsyaAllah anak anda akan paham.

Itulah beberapa tips sederhana saat menghadapi anak tantrum

8 Tips Mendampingi Bayi Belajar Berjalan dengan Cara Mudah dan Cerdas

8 Tips Mendampingi Bayi Belajar Berjalan dengan Cara Mudah dan Cerdas

Berjalan adalah salah satu aktivitas utama yang cukup penting dalam tumbuh kembang seorang anak, maka tak perlu alasan lagi kalau hal ini sangat perlu diperhatikan oleh orang tua sejak dini. Orang tua harus membimbing anaknya berjalan, dan juga bisa mengantisipasi sejak dini jika aktivitas berjalan anak mengalami gangguan.

Untuk dalam tulisan kali ini kami akan berbagi 8 tips mendampingi bayi belajar berjalan dengan cara mudah dan cerdas.

1. Ajarkan anak berjalan disaat waktu yang tepat

Secara normal anak memiliki fase-fase perkembangannya. Fase awal bayi yaitu belajar duduk biasanya dimulai sejak usia 4 hingga 7 bulan. Selanjutnya di usia 7 hingga 10 bulan bayi akan belajar merangkak. Pada usia 8-9 bulan bayi sudah belajar mengangkat badannya, berdiri dengan bantuan dan merambat. Pada usia 9-12 bulan bayi akan belajar berdiri tanpa bantuan dan berjalan sendiri. Dan dalam keadaan normal bayi akan bisa berjalan sendiri pada usia 12-18 bulan. Fase ini tentu berlaku untuk bayi normal, namun dalam beberapa kasus ada bayi yang mengalami percepatan atau pun perlambatan.

Dalam mengajarkan anak berjalan satu hal penting yang sangat perlu diperhatikan adalah mengajarkannya di usia yang tepat. Jangan sampai mengajarkan anak berjalan disaat terlalu dini.

2. Siapkan tempat yang aman dan nyaman

Yang kedua adalah menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi bayi untuk belajar berjalan. Bersihkan lantai dari cairan yang memungkinkan anak jatuh, kosongkan ruangan tempat anak belajar berjalan, beri penerangan yang cukup dan yang terakhir adalah pastikan orang tua mendampingi anaknya berjalan terlebih lagi pada saat-saat awal dia belajar.

3. Awali dengan menuntun tangannya

Tuntun tangan anak saat dia belajar berjalan, selain efektif untuk melatih anak berjalan aktivitas ini juga akan membangun ikatan emosional antara anak dan orang tuanya. Sehingga akan mendekatkan anak dengan orang tua.

4. Berikan motivasi

Berikan motivasi yang tulus pada anak, anda bisa memotivasinya dengan mengatakan jika bisa berjalan nanti kita akan ke masjid bersama, main ke tempat yang indah dan sebagainya.

5. Beri anak anda kepercayaan kalau dia bisa berjalan

Saat anak sudah mulai bisa berjalan sendiri, beri dia kepercayaan kalau dia bisa berjalan sendiri. Tak perlu terlalu takut saat membiarkan anak sedang berjalan. Selama tempatnya aman dan nyaman biarkanlah ia bergerak.

6. Jangan berikan alas kaki terlalu dini

Saat anak baru belajar berjalan hindari pemberian alas kaki seperti kaos kaki, sandal, sepatu dan sejenisnya. Tujuannya adalah agar ia lebih mudah dan leluasa bergerak serta bertujuannya untuk menjaga keseimbangannya

7. Sebisa mungkin hindari penggunaan baby walker

Banyak orang tua yang menggunakan baby walker untuk mestimulasi agar anaknya berjalan, tapi perlu diketahui kalau penggunaan benda ini sebaiknya dihindari karena banyak bahaya yang bisa disebabkan oleh baby walker

8. Gunakan berbagai jenis mainan yang bisa mestimulasinya agar berjalan 

Banyak permainan yang bisa menstimulasi anak agar berjalan seperti bola, tongkat, dan sebagainya. Dampingi anak belajar berjalan sembari bermain, sehingga juga akan merasakan aktivitas berjalan itu menyenangkan.

Itulah 8 tips dalam mendampingi anak belajar berjalan dengan cara mudah dan cerdas. Semoga bermanfaat

13 Tips Yang Bisa Dilakukan Agar Belajar Menjadi Menyenangkan Bagi Anak (3)

13 Tips Yang Bisa Dilakukan Agar Belajar Menjadi Menyenangkan Bagi Anak (3)

Tips sebelumnya bisa baca disini

10. Respon kesalahan anak dengan bijak

Setiap orang tua perlu menyadari kalau anaknya adalah manusia bukan malaikat, karena mereka manusia maka melakukan kesalahan adalah hal yang biasa. Tak sedikit orang tua yang tidak bisa menerima kesalahan yang dilakukan oleh anaknya, terlalu menuntut anak sempurna adalah hal yang mustahil. Maka saat anak kita melakukan kesalahan responlah dengan bijak, tak perlu menyalahkan, memarahi dan selalu menuntut kesempurnaan. Tanamkan dalam diri anak bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Ajak anak menemukan hikmah dari kesalahan yang telah dilakukan serta menjadikan itu pelajaran agar tak diulangi lagi di masa yang akan datang.

11. Memberikan apresiasi saat melakukan yang baik dan memberi hukuman saat mereka melakukan keburukan

Saat anak melakukan kebaikan, sekecil apapun itu berikanlah apresiasi, memberikan apresiasi bisa dengan pujian, memeluknya, mengatakan kalau dia sangat membanggakan, memberikan kejutan berupa hadiah yang disukainya serta banyak cara lainnya. Begitu pula saat dia melakukan keburukan, berikanlah hukuman. Tapi perlu diperhatikan dalam memberikan hukuman jangan membentak, memukul dan menganiaya anak. Berikanlah hukuman yang bijak serta menyakiti fisik maupun psikisnya.

12. Jika orang tua melakukan kesalahan, mintalah maaf dengan penuh ketulusan pada anak

Saat orang tua melakukan kesalahan di hadapan anak, katakanlah dengan tulus ikhlas pada mereka kalau yang anda telah melakukan kesalahan, lalu minta maaf. Sikap seperti ini secara tak lansung akan mendidik anak untuk menanamkan sikap mengakui kesalahan dan mudah meminta maaf pada orang lain.

Sebagian orang tua mungkin akan merasa canggung atau gengsi melakukan ini, tapi ini perlu dilakukan dan sadarilah orang tua juga manusia yang tak luput dari kesalahan.

13. Jika telah menemukan bakatnya, berikanlah waktu yang lebih untuk mengasah bakatnya tersebut

Apabila anda telah menemukan bakat serta minat anak anda, maka berikanlah waktu lebih untuk mengasah bakatnya tersebut. Bantu dia mengasah bakatnya itu agar berhasil dan meraih prestasi cemerlang di bidang itu sejak dini. Semakin dini anda menemukan bakatnya, semakin dini anda mengasahnya itu sangat baik, karena akan semakin cepat juga dia menjadi ahli di bidang itu.

Malcom gladwel seorang penulis buku pengembangan diri terkenal dari amerika melakukan penelitian terhadap orang-orang sukses di dunia, mereka yang sangat ahli di bidangnya masing-masing. Sebagai hasilnya malcom menemukan satu kesimpulan yaitu salah satu hal yang dilakukan seseorang untuk mencapai tingkat sangat ahli dalam satu bidang adalah melewati 10.000 jam.

Maka dalam bukunya Outliers Malcom menyimpulkan jika seseorang ingin benar-benar ahli dalam satu bidang maka lewatilah 10.000 jam dalam menjalankan satu bidang, asah skill di bidang itu, pelajari semua hal yang akan mendukung proses pertumbuhan diri.

So, tentu kita sebagai orang tua juga bisa melakukan hal ini pada anak kita agar meraih satu prestasi dan benar-benar ahli di suatu bidang. Lebih mengasyikkan lagi kalau bidang itu yang selaras dengan minat serta bakatnya.

Itulah 13 hal yang bisa dilakukan agar proses belajar menjadi hal yang menyenangkan bagi anak, selain dari 13 tips diatas ada satu hal yang juga perlu orang tua lakukan yaitu bersabar. Bersabar dalam proses membersamai anak menjadi pribadi yang lebih baik, karena terkadang bukan tentang hasilnya saja, tapi yang jauh lebih utama adalah menjalani prosesnya. Pastikan itu menjadi hal yang menyenangkan patut untuk dikenang bagi anak-anak anda.

13 Tips Yang Bisa Dilakukan Agar Belajar Menjadi Menyenangkan Bagi Anak (2)

13 Tips Yang Bisa Dilakukan Agar Belajar Menjadi Menyenangkan Bagi Anak (2)

Untuk tips sebelumnya bisa anda baca disini 

5. Belajar dengan memberi contoh lansung

Ini adalah metode pembelajaran terampuh bagi anak-anak kita, dengan memberi contoh lansung. Jika ayah-bunda ingin anaknya rajin belajar maka ayah-bunda perlu contohkan kalau orang tuanya juga rajin belajar. Baca buku di depan anak-anak anda, beritahu mereka kalau anda sedang belajar. Sampaikan belajar tak mengenal usia, waktu dan tempat. Selama kita masih Allah beri kehidupan maka selama itu jugalah kita belajar. Belajar melalui buku atau belajar dari alam raya sekitar kita.

6. Belajar dengan melakukan perjalanan

Belajar saat melakukan perjalanan, terlebih perjalanan yang jauh adalah momen yang tepat untuk mengajak anak anda belajar. Banyak sekali pembelajaran yang bisa diambil selama dalam perjalanan, entah itu nilai kehidupan, hikmah dari sebuah kejadian, pengetahuan baru, berkomunikasi dengan orang baru dan banyak lagi yang lainnya.

7. Menemukan minat dan bakat anak

Pada dasarnya setiap anak memiliki sesuatu yang sukai dan kuasainya.Yang mana saat melakukan itu ia sangat bahagia bahkan bisa mengerjakannya tanpa mengenal waktu. Orang tua perlu kejelian untuk melihat bakat dan minat yang dimiliki oleh anaknya.

Perlu juga dipahami kalau kecerdasan setiap anak berbeda-beda, ada yang memiliki kecerdasan dalam bidang akademisi, namu banyak juga yang memiliki kecerdasan dalam hal seni,sosial olahraga dan sebagainya. Selama ini tertanam keyakinan kalau anak pintar itu yang hanya jago mengerjakan hitung-hitungan, berhasil menyelasaikan soal fisika yang rumit dan meraih peringkat juara di kelas. Sementara jika nilai akademiknya rendah dia akan dicap bodoh meskipun dalam banyak kesempatan berhasil meraih juara turnamen badminton. Tak hanya orang tua, sekolah pun juga memiliki keyakinan seperti ini.

Untuk itu kita sebagai orang tua perlu menemukan sekaligus memahamkan pada anak kita kalau setiap manusia dianugrahi kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Saat kita menemukan bakat atau minat anak lebih dini, maka kita punya kesempatan untuk memberikan waktu lebih mengasah bakatnya sehingga dia menjadi benar-benar ahli di bidang itu.

8. Berusaha menjawab pertanyaan anak dan jika tidak tau ajak anak untuk mencari bersama jawabannya

Jika anak anda rajin bertanya, maka bersyukurlah karena itu salah satu pertanda anak anda pintar dan memiliki kecintaan yang tinggi untuk belajar. Jangan seperti para orang tua yang malah capek karena anaknya bertanya terus. Itu aset dalam diri anak anda, jawablah pertanyaannya sebaik mungkin dan sepenuh hati. Jika anda juga tidak mengetahuinya ajak anak anda untuk menemukan bersama. Dengan seperti ini akan tertanam dalam dirinya semangat untuk belajar dan menjadi tau cara untuk mencari tau sesuatu yang belum diketahui.

9. Jangan terlalu memaksa anak untuk belajar

Coba anda bayangkan betapa lelahnya seorang anak berusia 8 tahun yang harus belajar disekolah selama 8 jam, melanjutkan les selama 2 jam, menjalankan privat lagi di rumah selama 1 jam dan menghabiskan malam dengan mengerjakan pekerjaan rumah.

Jika anda melakukan hal tersebut pada anda maka secara tak lansung anda telah menyiksa  mereka. Menyuruhnya untuk belajar terlalu banyak dan menuntut harus mendapat nilai terbaik untuk semua mata pelajaran, menguasai berbagai bahasa sejak usia dini tentu bukanlah cara terbaik dalam mendidik anak. Jangankan mencintai belajar bisa-bisa mereka malah membenci belajar karena hal ini.

Sebagai orang tua kita perlu menyadari setiap anak memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda termasuk juga dalam hal belajar. Ada anak yang mungkin mampu dengan pola seperti itu meskipun sedikit, tapi lebih banyak lagi tidak mampu. Bahkan beberapa waktu yang lalu ada anak yang akhirnya stress dan masuk rumah sakit jiwa karena menanggung terlalu beratnya beban belajar dari orang tua.

Itulah tips yang bisa dilakukan agar belajar menjadi menyenangkan bagi anak, untuk tips selanjutnya simak di bagian ke tiga disini.

13 Tips  Yang Bisa Dilakukan Agar Belajar Menjadi Menyenangkan Bagi Anak (1)

13 Tips Yang Bisa Dilakukan Agar Belajar Menjadi Menyenangkan Bagi Anak (1)

Sudah menjadi realita umum di masyarakat kita, belajar menjadi suatu momok yang menakutkan, menyeramkan, membosankan sekaligus menyebalkan bagi anak-anak. Mungkin juga anda merasakan hal ini. Bagi anak belajar hanya sebagai beban yang harus segera diselesaikan, menjadi hutang yang harus segera ditunaikan dan setelah itu semua selesai mereka pergi mengerjakan yang mereka senangi. Pergi bermain. Kami yakin, tentu ini menjadi masalah bagi setiap orang tua.

Kami juga yakin semua orang tua berharap anaknya bisa menikmati belajar sebagaimana menikmati bermain. Anak tak lagi takut belajar tapi meminta untuk belajar, anak tak lagi merasakan belajar sebagai beban tapi sebagai kebutuhan yang sangat mengasyikkan. Anak rindu belajar bahkan mendesak orang-orang sekelilingnya agar menamani dia untuk belajar.

Untuk itu, kami memiliki 13 tips yang bisa ayah-bunda lakukan agar proses belajar menjadi satu hal yang sangat menyenangkan bagi anak-anak kita.

1.  Menanamkan pemahaman kalau belajar itu adalah ibadah pada anak sejak dini

“Dek belajar, nanti nggak naik kelas lho…”

“Kakak ayo belajar nanti nggak dikasih papa hadiah…”

“Budi ayo yang rajin belajar, nanti kalau hafal surah Al-ikhlas dibeliin bakpau…”

Menakut-nakutin anak atau mengimingi – imingi adalah jurus ampuh yang sering ayah bunda lakukan sebagai cara untuk memotivasi anaknya agar mau belajar. Mungkin cara ini tak sepenuhnya salah, tapi dengan terbiasa melakukan ini akan membuat satu pola dalam diri anak yang mana pola itu membuat niat untuknya belajar menjadi salah.

Sehingga tak sedikit anak-anak belajar hanya untuk mendapatkan hadiah, atau belajar karena takut pada satu hal. Tentu motivasi ini sangat lemah, dan suatu saat nanti dia akan malas belajar atau malah berhenti belajar karena hanya tidak ada yang diinginkan atau ditakutinya lagi.

Maka dari itu kita perlu luruskan dulu niat anak-anak kita untuk belajar, kita tanamkan dalam dirinya kalau belajar itu ibadah dan jalan untuk meraih ridho Allah. Kita juga perlu beri tahu kalau Allah akan mengangkat derajat orang-orang berilmu. Nah salah satu dampak baik dari diangkatnya derajat kita oleh Allah Swt adalah menjadi pribadi yang sukses bermanfaat di dunia maupun akhirat.

Alangkah lebih baiknya jika kalau sebelumnya ayah-bunda juga sering mengadakan dialog tauhid dengan anak. Sehingga menanamkan pemahaman apa itu ibadah menjadi lebih muda.

2. Ayah-bunda sebagai guru utama dari anak-anaknya

Syair arab mengatakan ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya, tentu juga bersama ayah. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya tentu ayah-bundanya lansung. Ayah-bundanyalah yang semestinya menjadi guru besar bagi anak-anaknya. Serta untuk pemelajaran penting seperti akidah, tauhid, kehidupan, budi pekerti, akhlak, ekonomi dan nilai-nilai kehidupan harusnya ayah – bundanya lansung yang mengajarkan.

Agar bisa melakukan hal ini tentu dibutuhkan waktu berkualitas dari orang tua untuk bersama dengan anak-anaknya. Tak mesti banyak tapi berkualitas. Sebagai contoh para ayah-bunda bisa menggunakan waktu sehabis maghrib hingga isya sebagai sarana untuk bersama dengan anak. Pastikan selama waktu berkualitas tersebut tak ada televisi maupun gadget yang aktif, lupakan dulu hal itu untuk sementara waktu dan fokus pada anak.

3. Ayah-bunda mengajar dengan metode bercerita atau menceritakan isi buku

Agar proses belajar terasa menyenangkan bagi anak maka para orang tua perlu mengasah skill untuk mengajar, mempelajari kira-kira anak-anak suka metode belajar seperti apa. Salah satu metode yang cukup bagus dan disukai anak-anak adalah bercerita atau menceritakan isi buku yang dibacakan oleh orang tua.

Ayah-bunda bisa membeli buku bergambar tentang kisah nabi, akhlak dan lain sebagainya untuk diceritakan pada anak. Atau juga bisa menceritakan masa kanak-kanak ayah-bunda atau hal lainnya.

4. Belajar sambil bermain

Ayah bunda juga bisa melakukan proses pembelajaran pada anak dengan bermain, misalnya permainan bola. Banyak alat belajar sambil bermain yang bisa ayah-bunda dapatkan dari toko buku seperti  kartu huruf hijaiyah, kartu berhitung, kartu bahasa inggris dan sebagainya. Atau juga bisa dengan melakukan permainan lalu menyisipkan pembelajaran akhlak dan nilai-nilai kebaikan dalam permainan tersebut.

Itulah 4 tips menjadikan belajar begitu menyenangkan bagi anak-anak kita, untuk tips lanjutannya bisa baca tulisan berikutnya disini.

5 Hal Penting Yang Perlu Orang Tua Ketahui Tentang Menggosok Gigi Pada Balita..

5 Hal Penting Yang Perlu Orang Tua Ketahui Tentang Menggosok Gigi Pada Balita..

Menggosok gigi adalah bagian penting dari kesehatan, tentu hal ini mesti kita ajarkan pada anak sejak sedini mungkin. Tujuannya agar anak terbiasa menggosok gigi dan menyadari betapa pentingnya hal itu. Bayangkan jika anak tidak terbiasa menggosok gigi maka saat beranjak lebih besar orang tua akan kesulitan membiasakannya. Gigi berlubang, gigi berwarna kuning, bau mulut serta berbagai gangguan lainnya akan menjadi dampak buruk jika anak tidak mau menggosok gigi.

Untuk itulah pentingnya setiap orang tua membiasakan anaknya untuk menggosok gigi semenjak dini. Berikut adalah 5 hal penting perlu diketahui orang tentang menggosok gigi pada anak.

1. Mulai mengenalkan anak untuk menggosok gigi semenjak gigi pertamanya tumbuh

Gigi pertama bayi biasanya tumbuh saat dia berusia 8 bulan, sejak inilah sebaiknya orang tua mengenalkan tentang menggosok gigi pada bayi. Pada usia ini tentu bayi belum bisa memegang sikat gigi dan juga belum bisa berkumur, tapi orang tua bisa mengenalkannya dengan cara menggosokkan sikat gigi khusus bayi yang lembut tanpa pasta. Tentu tujuannya utamanya hanya mengenalkan sikat gigi pada bayi dan agar ia akrab dengan aktivitas menggosok gigi

2. Mengajarkan anak untuk memegang sikat gigi dan berkumur

Usia 1 tahun ke atas anak sudah bisa memegang sikat gigi dan juga sudah bisa meludah. Pada tahap ini anak bisa diberikan pasta gigi khusus balita. Walaupun anak sudah mulai belajar meludah dan berkumur resiko tertelannya air mungkin saja terjadi. Maka perlu diperhatikan oleh orang tua untuk memberikan air yang sudah dimasak pada anak untuk menggosok giginya.

3. Mengajak anak rutin menggosok gigi secara teratur saat dia mulai makan

Saat anak beranjak makin besar, tentu dia pun akan makan beragam jenis makanan. Sejak inilah orang tua perlu mengajak anak untuk rutin menggosok gigi minimal 2 kali dalam sehari dan lebih baik lagi menggosok gigi setiap selesai makan.

4. Memilihkan pasta gigi memiliki rasa yang disukai serta aman jika tertelan

Terkadang ada saja anak yang malas atau tidak mau menggosok gigi, maka orang tua bisa menyiasatinya dengan cara memilihkan pasta gigi rasa buah yang disukai anak. Selain itu orang tua juga perlu memperhatikan apakah pasta gigi itu aman tertelan anak atau tidak. Ini penting karena pada tahap awal, tertelannya air saat menggosok gigi suatu hal yang mungkin saja terjadi pada anak.

5. Selalu mendampingi anak saat menggosok gigi

Anak berusia balita perlu didampingi saat ia menggosok gigi. Selain untuk memberikan apresiasi padanya agar terus menggosok gigi dengan rutin, juga untuk mengontrol anak memastikan dia menggosok gigi dengan cara yang benar baik dalam menggunakan pasta, menyikatnya maupun berkumur.

Itulah 5 hal penting yang perlu diketahui setiap orang tua tentang menggosok gigi pada balita. Semoga bermanfaat bagi anda dan buah hati kesayangan.

Page 5 of 9« First...34567...Last »