Khitan, adalah proses memotong kulup (penutup) zakar pada bayi laki-laki sementara pada bayi perempuan khitan adalah pemotongan sedikit bagian dari ujung klitorisnya. Mayoritas ulama menyebutkan syariat khitan adalah wajib mengacu pada beberapa firman Allah Swt dan Hadits berikut :

Yang pertama adalah tentang syariat mengikuti agama Ibrahim :

“Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad), Ikutilah agama Ibrahim yang lurus.” (AN-Nahl : 123) 

Dan khitan adalag ajaran dari Nabi Ibrahim As, Nabi Ibrahimlah laki-laki yang pertama kali dikhitan. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari :

“Nabi Ibrahim AS berkhitan pada usia delapan puluh tahun di ‘Qadum’.”

Yang kedua Harb dalam kitab Masail-nya berkata dari Az Zuhri ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,

“Barangsiapa yang telah masuk Islam, hendaknya ia berkhitan, meskipun usianya telah dewasa..” 

Sementara untuk waktunya terdapat beberapa pendapat para ulama tentang kapan sebaiknya waktu untuk berkhitan. (Waktu (diwajibkannya) berkhitan adalah ketika seseorang telah masuk usia baligh). Sebab, baligh itulah yang menjadikannya wajib melaksanakan ibadah. Tetapi untuk wilayah Indonesia mayoritas masyarakat mengkhitan anaknya pada usia 7-13 tahun, meskipun ada beberapa orangtua yang sudah mekhitan anaknya semenjak usia balita.

Hikmah dan Kebaikan dibalik Syariat Khitan

Sebagai satu ibadah yang disyariatkan oleh Allah Swt melalui Nabi Ibrahim As tentu khitan memiliki banyak hikmah serta dampak kebaikan. Ibnul Qayyim Al Jauziyah menyebutkan dengan khitan mereka menghiasi dirinya baik lahir maupun batin. Sebab, khitan dapat menyempurnakan fitrah yang diciptakan Allah. Karena itu, sebagian dari kesempurnaan ajaran atau agama yang lurus (Hanifiyyah) adalah tuntunan Nabi Ibrahim Asal dari pensyariatan khitan adalah untuk menyempurnakan hanifiyyah tersebut.

Allah Swt berfirman :

“Shibgah (celupan) Allah. Dan siapakan yang lebih baik shibgahnya daripada Allah?” 

Khitan bagi setiap umat muslim sama seperti halnya memberi tanda khusus yang akan menjadi pembeda dengan umat lain. Jika ada seseorang meninggal dunia dan tidak diketahui apa agamanya maka khitanlah sebagai tanda khusus untuk mengetahui apa agamanya.

Imam Muhammad bin Jarir memberikan pendapat tentang firman Allah, “Shibghahatallah.” (Al-Baqarah : 138) bahwa yang dimaksud dengan shibghah Allah adalah shibhgah (celupan, tanda, warna) islam. Disebut sebagai tanda karena dalam khitan sendiri mengandung unsur bersuci, kebersihan, menghias diri, memperindah ciptaan, mengurangi gejolak syahwat. Ini merupakan unsur-unsur penting dalam diri setiap muslim.

Selain dari sisi syariat Islam ternyata dari sisi kesehatan pun khitan memiliki banyak manfaat seperti mengurangi resiko tertular penyakit menular seksual, mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti fimosisi, membersihkan penis, penis lebih terjaga, berkurangnya resiko kanker penis. Sementara bagi wanita khitan bermanfaat untuk menjauhkan dari berbagai jenis penyakit kelamin, membuat wajah lebih ceria dan bahagia dan menstabilkan ransangan syahwat.

Anda Ingin Meng aqiqahkan Putra Dan Putri Anda?
Hubungi Tenaga Profesional Kami Dapur Aqiqah Untuk Mendapatkan Info Harga dan info lainnya di:
Telp. 085780267758
WhatsApp. 085780267758

link Url : http://dapur-aqiqah.com/jasa-aqiqah-online-di-bekasi-utara-perwira/